Aku lelah dengan semua ini
semua beban yang meenghujam jiwaku.
Jauh ke alam sana,
alam dimana tak ada seorangpun dapat menjamahnya.
Bahkan diriku sendiri enggan tuk sekedar menyapa sekilaspun.
Ya rabbi, kenapa keringkihan ini menerobos masuk kedalam pilar-pilar hati yang lama telah ku bangun.
Aku ingat masa itu,
ketika perlahan aku mulai menghembus nafas-nafas pengharapan dengan seberkas senyum yang tersungging dalam ruh ku.
aku butuh kesejukan itu.
Tirani raga yang tetap berdiri dibawah naungan jiwa yang merangas.
Tuhan merampas bingkisan yang baru ku coba untuk menengoknya.
Aku marah atas semua ini, kemarahan ini melonjak membumbungi tempurung kepalaku.
Namun aku benar-benar ringkih diatas pilar tangguh ini ya rabbi.
Bantu aku meraajut pilar putih ku lagi Tuhan.
Hanya dan hanya karena,
tak seorangpun mampu menerobos dalam rasaku ini untuk meluapkannya ke udara.
Menguap dan hilang terbawa fajar bersama ruh yang kian mencair.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar