Sabtu, 10 September 2011

oh.. aku merindunya

Oh aku merindunya, mengasihi setiap detik yang bergegas tentang nafas dan melodi kasih atasnya.
 Merajut lagi benang rasa yang tak terelakkan untuk jatuh dan mengguyur segenap saraf diujung tangkai adrenal-ku.
Membius segala rasa yang dalam terkumpul menggupal dalam organ bawah rusukku.
Berjedegup berkomando hingga dingin dan panar yang terasa ujung. Oh tuhan, aku merindunya.
Biar seperti ini adanya, bertahan pada rasa yang lama ku jaga hanya untuknya, meski tirani kelabu sempat bernyanyi diatas kesuciannya, aku tetap begini bersama buih-buih rasa yang semakin tak terkendali untuk terbang dan melayang.
Menyentuh sendu sang berzeoka yang menguning dan siap gugur.
Biar kelabu jadi saksi bahwa rasaku tetap bertahan
Biar kelabu jadi rindu bahwa aku mencintaimu
Biar kelabu jadi bisu saat ku buka catatan tentangmu
Biar kelabu yang mendengar bait kasihku atasmu
Biar kelabu yang tahu, aku mengharap kau rasa sepertiku
Biar kelabu jadi satu ketika ku rela kau jadi semu
Tak pun tertoreh lagi sebaitpun kata yang kurasa saat ini, dibawah kelabu dingin menghangat kasihku atasmu.
Adakah kau rasa seperti ku ?
Saraf-sarafnya semakin mengerut bersiap diri untuk loncat dan berlari.
Katakan pada kelabu, bahwa kau juga sama sepertiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar