Minggu, 11 September 2011

bait untuk hatiku

Aku ingin menulis dibawah senja
Aku ingin menulis merangkai kata
Bukan untuk kamu, dia atau mereka
Aku ingin menulis untuk hatiku
Aku ingin berkisah sore ini
Ntah kisah apa yang akan ku poles
Akupun tak tahu.
Oh jingga, aku ingin menulis dibawah senja
Aku ingin lagi-lagi berkisah
Tentang apapun tentang siapapun
Bukan untuk kamu dia atau mereka
Tapi untuk satu jiwa, satu nama, hatiku
Apa kabar kau sore ini ?
Sudahkah kau tersenyum dan terlelap dalam buaian masa ?
Aku temukan dunia baruku, tak lagi ku kenal dunia dulu
Satu yang ku tahu, aku ingin menulis untuk hatiku
Jika dia temukan tenang dalam temaram bulan, tak ubah dengan ku
Aku temukan sejuknya lewat jingga
Aku tulis apa yang hatiku kata
Hanya untuk hatiku semata
Bukan karena aku terbelenggu ataupun apa
Yang ku tahu, ini panggilan jiwa
Sama seperti yang dia kata, akupun ingin menulis takdir
Bukan menulis tapi aku ingin mengukirnya lewat huruf dan kata yang ku rangkai
Tulisan takdir itu Tuhan yang punya
Tinggal kita rangkai dan pahami takdir itu kemudian rangkai dalam kata dahsyat dalam hati
Niscaya Tuhan kan meraih rangkaian itu menjadi bait-bait takdir yang sesungguhnya
Aku suka jingga, aku mengasihi senja dan aku mengeemari hatiku.
Bagaimana rangkaian takdirmu saat ini oh hatiku ?
Sudahkah kau baitkan puisi-puisi hatimu ?

1 komentar: